KH. Abdullah Faqih, pengasuh pondok pesantren Langitan, Widang, Tuban, Jawa Timur, telah berpulang ke rahmatullah, Rabu maghrib (29/02/2012).

Kyai yang dikenal sebagai kyaikhos (utama/terkemuka) di kalangan kaum Nahdhiyin (NU) ini meninggal setelah maghrib sekitar pukul 18.30 WIB. Kabar wafatnya Kiai Faqih diumumkan secara resmi oleh Ponpes Langitan dalam situs resminya, Langitan.Net.

“Keluarga besar Pondok Pesantren Langitan Berduka Cita atas wafatnya KH Abdullah Faqih, pada Rabu 29 Februari 2012, dan beliau meninggal Pukul 18.30 Wib dan Insya Allah akan dimakamkan besok (Kamis, 1 Maret 2012, pukul 12.00 WIB,” tulis situs Langitan.Net pada halaman berandanya.

Biografi Singkat

Kyai Faqih lahir di Dusun Mandungan Desa Widang, Tuban. Saat kecil ia lebih banyak belajar kepada ayahandanya sendiri, KH Rofi’i Zahid, di Pesantren Langitan. Ketika besar ia sempat nyantri pada Mbah Abdur Rochim di Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Kyai Faqih pernah tinggal di Makkah, Arab Saudi. Di sana ia belajar kepada Sayid Alwi bin Abbas Al-Maliki, ayahnya Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliki. Setiap kali tokoh yang amat dihormati kalangan kiai di NU itu berkunjung ke Indonesia, selalu mampir ke Pesantren Langitan.

Keberadaan kyai Faqih tidak bisa lepas dari keberadaan pesantren Langitan di Tuban, Jawa Timur. Melalui pesantren tua di Jawa Timur yang didirikan tahun 1852 oleh KH Muhammad Nur, asal Desa Tuyuban, Rembang, Langitan itulah kyai Faqih mengabdikan dirinya di jalan dakwah. Pesantren Langitan merupakan pesantren tempat pendiri NU KH Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan pernah nyantri.

Kiai Faqih merupakan generasi kelima yang memimpin Pesantren Langitan sejak 1971, menggantikan KH Abdul Hadi Zahid yang meninggal dunia karena usia lanjut. Kiai Faqih didampingi KH Ahmad Marzuki Zahid, yang juga pamannya.

Di mata para santrinya, Kiai Faqih adalah tokoh yang sederhana, istiqomah dan alim. Ia tak hanya pandai mengajar, melainkan menjadi teladan seluruh santri. Dalam shalat lima waktu misalnya, ia selalu memimpin berjamaah. Demikian pula dalam hal kebersihan.

Meski tetap mempertahankan ke-salaf-annya, pada era Kiai Faqih inilah Pesantren Langitan lebih terbuka. Misalnya, ia mendirikan Pusat Pelatihan Bahasa Arab, kursus komputer, mendirikan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Dalam hal penggalian dana, ia membentuk Badan Usaha Milik Pondok berupa toko induk, kantin, dan wartel.

Kesederhanaan kyai Faqih sangat nampak dari tempat tinggalnya. Kyai Faqih tinggal di sebuah rumah kecil terbuat dari kayu berwarna janur kuning, sederet dengan asrama santri dan rumah pengasuh lain.

Kyai Faqih tetap tinggal di rumah kayu itu meskipun ada bangunan berlantai dua di belakang rumah itu. Gedung berlantai dua itu untuk tinggal putri-putrinya. Kyai sendiri tetap memilih tinggal di rumah kayu berukuran sekitar 7×3 meter.

Lebih dari itu lagi, ayah 12 orang anak buah perkawinannya dengan Hj Hunainah ini juga mengarahkan pesantrennya agar lebih dekat dengan masyarakat. Di antaranya ia mengirim da’i ke daerah-daerah sulit di Jawa Timur dan luar Jawa. Setiap Jum’at ia juga menginstruksikan para santrinya shalat Jum’at di kampung-kampung. Lalu membuka pengajian umum di pesantren yang diikuti masyarakat luas.

Di kalangan NU kyai Faqih dikenal sebagai kiai khos atau kiai utama, meskipun kyai Faqih sendiri menolak disebut sebagai kyai khos atau kyai utama. Kyai Faqih dianggap mempunyai wawasan dan kemampuan ilmu agama yang luas, memiliki laku atau daya spiritual yang tinggi, mampu mengeluarkan kalimat hikmah atau anjuran moral yang dipatuhi, dan jauh dari keinginan-keinginan duniawi. Kiai Faqih kerap jadi rujukan utama di kalangan Nahdliyin, terutama menyangkut kepentingan publik.

Kyai NU Anti Rokok

Di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur, rokok sama sekali dilarang. Pelarangan rokok di pesantren NU ini juga berkat dorongan dari Kyai Faqih yang menjadi pengasuhnya. Larangan merokok di pesantren Langitan bahkan sudah berlangsung sejak tahun 1990an, jauh-jauh hari sebelum adanya kontroversi keharaman rokok di Indonesia.

Melalui Kyai Faqih inilah ‘perang’ melawan rokok diserukan kyai Faqih sampai pengaruhnya tidak hanya terjadi di sekitar pesantren, tapi juga lingkungan sekitar pondok pun ikut-ikutan untuk tidak mengkonsumsi rokok.

Sebagai penguat bukti itu, di situs Langitan.Net, bahkan dipublikasikan secara khusus tentang bahaya-bahaya rokok.

Kyai Anti Syiah

Dalam sebuah kesempatan, Kyai Faqih pernah menyebutkan, bahwa perbedaan yang ushul (pokok, red) antara NU dan Muhammadiyah itu tidak ada. Lana ra’yukum wa ma naraa. Artinya, untuk kamu terserah, tapi kepercayaan kami ya ini. Tapi beliau tidak mau main-main dengan persoalan yang pokok. Beliau tidak bisa kompromi dengan segolongan kaum yang biasa menghujat Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, Siti Aisyah.

Kyai Anti JIL

Kyai Faqih juga merupakan kyai yang sangat menolak liberalisme dan pluralisme agama. Beliau bersama KH. Idris Marzuki (Pesantren Lirboyo Kediri), KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Perguruan dan Pesantren Islam As-Syafiiyah Jakarta), dan KH. Yusuf Hasyim pernah menorehkan tanda tangan pada 16 Agustus 2005, yang berisi pernyataan bersama dan membuat keputusan penting yakni:

(1) Membenarkan dan menguatkan fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 7/Munas VII/MUI/11/205 tentang haramnya mengikuti paham pluralisme, sekulerisme, dan liberalisme agama, dan fatwa MUI nomor 11/Munas VII/MUI/15/2005 tentang Jamaah Ahmadiyah sebagai aliran di luar Islam serta sesat menyesatkan;

(2) Mengharap kepada ormas Islam bersih dari person-person yang berpaham liberalis, sekularis, dan pluralis agama

(3) Segenap umat Islam berkewajiban waspada terhadap pola pikir keagamaan berdasar liberal, sekuler, dan plural yang berpotensi besar melemahkan dan merusak keimanan.

Kyai Faqih & Gus Dur

Kyai Faqih pada awal mulanya tergolong kyai yang sejalan dengan Gus Dur. Namun setelah Gus Dur banyak melakukan penyimpangan dalam banyak hal, KH. Abdullah Faqih kemudian memilih mufaroqoh (memisahkan diri) dari barisan Gus Dur. Sikap kyai Faqih itu kemudian diikuti oleh banyak kyai-kyai terkemuka di kalangan NU, yang membuat Gus Dur pada saat itu marah-marah dan menyebut mereka sebagai kyai kampung.

Istilah kyai khos pada awalnya dipopulerkan oleh Gus Dur sendiri sebenarnya, sebagaimana dikatakan oleh Kyai Faqih dalam sebuah tulisannya di Jawa Pos medi0 2007.

“Dulu, kiai-kiai yang sejalan dengan pemikiran dan langkah politik Gus Dur sering disebut-sebut dan dipopulerkan sebagai kiai khas. Meski tidak diketahui persis siapa yang memulai dan memunculkan istilah itu, sebenarnya risi juga mendengar dan menyandang sebutan itu. Sebab, para kiai yang disebut khas tersebut tidak merasa ada yang perlu dilebih-lebihkan menyangkut status atau strata sosial. Meski, keberadaannya mampu dimanfaatkan sebagai justifikasi dan legitimasi kelompok dan kepentingan tertentu,” tulis KH. Abdullah Faqih, dalam Jawa Pos, tanggal 2 April 2007.

“Belakangan setelah para kiai itu mengambil sikap dan langkah kritis, dimunculkan istilah kiai kampung. Gus Dur membagi kiai dalam dua kelompok, kiai sepuh dan kiai kampung,” tulis KH. Abdullah Faqih.

Pada tulisannya, KH. Abdullah Faqih pada saat itu juga mencermati politik Gus Dur yang hanya memanfaatkan para kyai untuk kepentingannya saja. Penyebutan kyai khos, menurut KH. Abdullah Faqih, diidentikkan dengan kyai yang dekat dan mendukung Gus Dur dalam rangka menjustifikasi langkah-langkahnya yang kontroversi, terutama hal-hal berkaitan dengan ajaran dan nilai-nilai ahlusunah waljamaah, seperti sikapnya terhadap pencabutan TAP MPR tentang paham komunisme, penolakannya terhadap RUU APP, dukungannya terhadap aliran Ahmadiyah, liberalisme, sekularisme dan pluralisme.

Dikarenakan hal-hal itulah, KH. Abdullah Faqih dan para kyai terkemuka di kalangan NU kemudian meninggalkan Gus Dur. “Alhamdulillah, para kyai sudah berani mengambil sikap tegas dengan mufaroqoh dari barisan Gus Dur,” tulisnya.

Kyai Faqih & Negara

Pada masa orde baru, Kiai Faqih sangat hati-hati dalam berhubungan. Meski tetap menjaga hubungan baik, ia tidak mau terlalu dekat dengan penguasa, apalagi menengadahkan tangan minta bantuan, sekalipun untuk kepentingan pesantrennya. Bahkan, tak jarang, ia menolak bantuan pejabat atau siapapun, bila ia melihat di balik bantuan itu ada `maunya’.

“Negara menjadi seperti ini (rusak_red) karena bangsa Indonesia membangun negeri ini telah melanggar,” ujarnya pada suatu kali kesempatan seraya mengutip sabda Rasulullah SAW: ”Barangsiapa yang berusaha sesuatu, membangun negara dengan menggunakan maksiat, ini akan lebih jauh dari apa yang diharapkan dengan lebih dekat dengan apa yang ditakuti dan dikhawatirkan.”

Pada suatu waktu ia menyebutkan, “Ketika kita membangun negeri ini maka kita mengharapkan terciptanya keadilan dan kemakmuran. Tapi karena membangunnya dengan menggunakan maksiat, salah satunya riba (bunga bank, red) hutang-hutang ke luar negeri yang sekian banyak, bunganya dan kalau sudah dapat ternyata tidak digunakan seluruhnya kepentingan bangsa, itu kan namanya maksiat. Maka akhirnya yang menanggung rakyat. Sedang yang kita takuti itu adalah kemiskinan dan kebodohan.” katanya medio 2003.

“Maka, kembali ke jalan iman dan takwa adalah menjadi keharusan jika kita ingin meraih kemenangan. Sesuai firman Allah,” kata Kyai Faqih, “jika seluruh bangsa ini beriman dan bertakwa akan tercipta rasa keamanan dan ketentraman,” pesan Kyai Faqih dalam sebuah kesempatan. (fkr/muslimdaily/bbs)

Tips Rumah Cantik dengan Pagar Tanaman

Posted: February 17, 2012 by anton setiawan in General

Gerakan Back to Nature sudah menjadi gaya hidup dengan serba natural, alami, penuh pesona asri, dan ramah lingkungan. Salah satu wujudnya adalah pembuatan pagar tanaman. Apa yang menarik? Di samping alami dan sejuk, pagar tanaman juga berkesan indah artistik. Setelah pucuk tumbuh bertunas, tanaman kemudian diatur dan dipangkas hingga membentuk “bangunan” yang cantik. Ada pula pagar tanaman yang berbunga, mekar, hingga menampilkan kesan semarak dan energik.

Bahkan, sebetulnya leluhur kita sudah mempraktikkan membuat pagar tanaman, bukan sekedar dimaknai keindahannya, namun lebih sebagai bahan pengobatan alternatif. Orang Jawa tempo lalu, misalnya, suka menanam beluntas sebagai pagar tanaman. Semua tahu, beluntas juga dapat dipakai untuk sayur dan penyembuhan tradisional. Orang Sunda, misalnya, punya tradisi menanam hanjuang merah sebagai tanaman pagar. Dan hanjuang merah “dipercaya” sebagai tanaman tolak bala pengusir roh-roh jahat.

 

Pilih Bibit Kecil

Bagaimana cara menanam pagar tanaman? Cangkul tanah sedalam 20 cm dan bentuk lubang tanam, tergantung selera Anda. Bisa dibuat sederhana seperti empat persegi panjang memanjang, atau dipotong-potong kubus atau segi enam tapi menyambung, misalnya. Biarkan lubang tanam terbuka sekitar 2 minggu, sementara tanah cangkulan diberi pupuk organik sebanyak 2 – 4 kg/m2, juga 30 gram NPK (15 ¬ 15 – 125)/m2. Atau Urea, TSP dan KCL masing-masing 10 gram/m2. setelah 2 minggu, tanah cangkulan yang diberi pupuk tersebut dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam, lalu biarkan lagi selama 2 minggu.

Berikutnya, pilih bibit dari jenis tanaman yang akan ditanam. Sebaiknya pilih bibit yang masih kecil ketimbang yang sudah besar. Buat lubang kecil, dan masukkan bibit. Tekan tanah sekitar pangkal bibit, beri ajir dan ikat bibit pada ajir itu. Setelahnya, siram sampai basah.

 

Agar pagar tanaman tumbuh subur, sebaiknya setiap bulan diberi pupuk. Untuk tanaman pagar berbunga, gunakan pupuk NSK (15 ¬ 25 – 15) yang kandungan P-nya tinggi. Sedangkan untuk pagar tanaman yang berdaun, gunakan pupuk NPK (25 ¬ 15 – 15) yang kandungan N-nya tinggi. Di samping pemupukan, lakukan juga penyiraman, terutama di musim kemarau bisa disiram 2 kali pagi dan sore.

Pangkas Memangkas

Kecantikan pagar tanaman juga bisa diperoleh lewat pemangkasan, yakni kegiatan pangkas-memangkas batang dan daun tanaman. Malas memangkas, maka tanaman akan tumbuh malang melintang tak karuan dan menambah kesan jorok. Tujuan semula untuk menciptakan keindahan, bsia-bisa menghasilkan sebaliknya, jorok tak terurus.

Kenapa harus dipangkas? Pertama, supaya selalu tumbuh tunas-tunas baru, dan membuat tanaman jadi rimbun teratur. Yang kedua untuk mendapatkan bentuk pagar tanaman yang indah, rapi dan sehat. Pemangkasan sebaiknya dilakukan sekurang-kurangnya 2 minggu atau 3 minggu sekali. Jangan terlalu lama (lebih 1 bulan), sebab selain lebih sulit memangkas, juga sulit membentuk tanaman tersebut.

Bagaimana kiat memangkas yang benar? Siapkan 2 buah bambu dan tali rafia. Tancapkan bambu tersebut pada ujung-ujung pagar tanaman. Ikatkan tali rafia pada bambu di sebelah ujung pagar tanaman dengan tinggi tergantung selera dan kebutuhan, lantas tali rafia ditarik dan diikatkan pada bambu yang berada di ujung lainnya. Tampaklah batas bentangan tali rafia tersebut. Dan di sanalah Anda bisa mencukur tanaman. Demikian seterusnya. Gampang bukan?

Exotic Dragon @ Grand City Surabaya Convex

Posted: December 31, 2011 by anton setiawan in General

Oleh: Badrul Tamam

Berpuasa tiga hari setiap bulan disunnahkan dan nilainya terhitung seperti puasa dahr (setahun), karena amal shalih dalam Islam diganjar sepuluh kali lipat. Berpuasa sehari diganjar seperti puasa sepuluh hari. Maka siapa yang berpuasa tiga hari setiap bulannya, dia terhitung berpuasa setahun penuh.

Dari Abdullah bin ‘Amru bin Al-‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Puasalah tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebajikan itu ganjarannya sepuluh kali lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an Nasai)

Dan disunnahkan melaksanakannya pada Ayyamul Bidh (hari-hari putih), yaitu tanggal Read the rest of this entry »

Kenapa Perokok Tampak Lebih Tua?

Posted: July 20, 2010 by antonsetiawan in General
Tags: ,

Merry Wahyuningsih – detikHealth

Jakarta, Merokok tak hanya merusak kesehatan dengan menyebabkan penyakit paru-paru, jantung dan impotensi tapi juga membuat si perokok terlihat banyak kerutan kulit. Kenapa perokok terlihat lebih tua?

Tak ada satupun manfaat yang dapat diperoleh dari rokok. Bahkan menurut Yussuf Salojee, direktur eksekutif National Council Against Smoking, 12 persen kematian dini di seluruh dunia dapat dikaitkan dengan merokok.

Salah satu dampak yang nyata dari merokok adalah membuat si penghisapnya terlihat lebih tua. Bahkan, menurut sebuah studi yang dimuat jurnal British Medical Association perokok memiliki wajah 5 Read the rest of this entry »

heehehehehehe, jgn salah mengartikan judul Post ini y…

beberapa hari yang lalu, istri saya mengajak ke sebuah mall di kawasan jalan pemuda surabaya. karena istri saya lagi hamil tua ya saya turutin aja biar kakinya nggak bengkak. biasalah bawaan orang hamil klo males jalan biasanya kaki jadi bengkak. setelah nemu apa yg istri cari, kita mampir ke Gramedia. istri saya langsung menuju ke rak buku tentang nama-nama bayi dan saya pun langsung ke rak buku mengenai komputer. baca-baca artikel blog, teknik networking hingga bisnis toko online. dari dlu saya memang berencana ingin membuka Toko Online tetapi belum terlaksana juga. kebetulan di sebelah rak komputer ada rak mengenai artikel si Pak Ciputra. saya coba baca bukunya, trus saya beli.

Setelah sampe rumah, mandi trus sholat Ashar. kelar sholat saya baca buku mengenai Pak Ci itu. di dalam buku tersebut menceritakan mengenai langkah-langkah enterpreneur Pak Ci mulai dari bawah. salah satu langkah yang di ceritakan itu adalah bahwa kita jangan menganggap sebuah IDE kecil yang muncul dari otak kita abaikan Read the rest of this entry »

wedding set with Pergola

National Geographic Traveler menggelar survey hotel terbaik di Indonesia yang berlangsung secara online kurun 1 bulan terakhir.  Hasilnya, tak kurang dari 500 partisipan ikut memberikan suara (voting) terhadap pilihan-pilihan hotel di situs kami.

Perolehan data ini menggembirakan, karena bisa diketahui berbagai alasan, minat dan cara para responden (konsumen) dalam memilih penginapan.  Jelas, kebutuhan atau alasan tinggal di hotel juga beragam, seperti melakukan perjalanan bisnis (kerja) atau berlibur. Hal ini berpengaruh terhadap hasilnya.

Bila urusan bisnis, hotel akan dipilih dekat pusat kota atau sentra bisnis. Contohnya Jimmy Kapoh, responden dari Banjarmasin yang memilih Hotel Borobudur Jakarta. Alasannya, “Selain hotelnya sangat elegan, juga merasa sangat nyaman dan aman berada di hotel ini.”

Sementara untuk berlibur, akan dicari suasana jauh dari keramaian, seperti Eko Setyo Nugroho dari Bekasi, yang menjatuhkan voting kepada Amanjiwo. Alasannya, “Kental nuansa Jawa dan arsitektur serta pemandangannya bagus. Serasa berada di kampung halaman.”

Adapun profil responden adalah, terbesar ada di rentang usia 25 – 29 tahun (34%), disusul usia 30 – 34 tahun (24,1%). Rata-rata, konsumen hotel berusia 32 tahun, dengan presentase pengisi survei lelaki mencapai 76,5% dan perempuan 23,5%, dengan lama menginap rata-rata 1 – 3 hari (64,6%) dan 4 – 7 hari (25,6%). Hampir semuanya memilih tinggal di hotel (90,2%), disusul villa (14,4%), cottage (13,8%) serta resort (12,3%). Sedang kebutuhan menginap karena urusan bisnis atau tugas kantor menempati peringkat teratas (49,6%) dan hanya terpaut sedikit di atas kebutuhan menginap karena berwisata (42,6%).

Uniknya, meski hampir semua hotel dilengkapi fasilitas pemesanan secara online, konsumen lebih suka menelepon untuk pesan kamar, bahkan langsung menuju ke lokasi tanpa menelpon lebih dulu dan ada juga yang menggunakan voucher (kupon) dibeli dari biro perjalanan. Sedang pemesanan lewat internet justru mendapat peringkat paling bawah (6,1%).

Rata-rata, hotel idaman para responsen mesti memiliki fasilitas resto yang menyajikan makanan sesuai selera, dilengkapi kolam renang dan memiliki jaringan Wi-fi. Juga pemandangan dan arsitektur gedung bagus. Ada 10 kriteria hotel yang dipilih responden dan kami lampirkan daftar tiga peringkat teratas di boks berikut. Daftar selengkapnya, silakan simak National Geographic Traveler edisi September 2009.

HOTEL TERFAVORIT
Amanjiwo (Magelang) Nilai 4,23
Hotel Majapahit (Surabaya) Nilai 4,20
Borobudur Hotel (Jakarta) Nilai 4,18

KAMAR TERBAIK
Amanjiwo (Magelang) Nilai 4,50
Shangri-La (Jakarta) Nilai 4,29
Borobudur Hotel (Jakarta) Nilai 4,22

KEAMANAN DAN KESELAMATAN TERBAIK
Borobudur Hotel (Jakarta) Nilai 4,33
Tugu Malang Hotel (Malang) Nilai 4,29
Majapahit Hotel (Surabaya) Nilai 4,29

ARSITEKTUR DAN PEMANDANGAN TERBAIK
Majapahit Hotel (Surabaya) Nilai 4,70
Amanjiwo (Magelang) Nilai 4,65
Borobudur Hotel (Jakarta) Nilai 4,48

KERAMAHAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN
Amanjiwo (Magelang) Nilai 4,82
Santika Hotel (Yogyakarta) Nilai 4,60
Majapahit Hotel (Surabaya) Nilai 4,50

KEPUASAN DIBANDING HARGANYA
Amanjiwo (Magelang) Nilai 4,82
Santika Hotel (Yogyakarta) Nilai 4,60
Majapahit Hotel(Surabaya) Nilai 4,50

gp

ahmadinejad285Teheran – Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyangkal laporan yang menyebutkan negaranya telah ‘mengharamkan’ Facebook. Ahmadinejad mengatakan dirinya percaya pada kebebasan berekspresi.

Seperti dikutip detikINET dari UPI, Selasa (26/5/2009), Presiden Ahmadinejad menolak kabar yang menyebutkan dirinya berada di balik masalah akses Facebook di Iran beberapa waktu belakangan. Sempat dilaporkan bahwa Facebook diblokir oleh Iran demi membendung oposisi menjelang pemilihan Presiden 12 Juni.

Ahmadinejad mengatakan dirinya percaya pada kebebasan berekspresi secara maksimal di Iran. Ia juga menimbang perlunya penyelidikan pemerintah terhadap kontroversi pemblokiran Facebook tersebut.

CNN melaporkan blokir Facebook sempat terjadi Read the rest of this entry »

7 Langkah Membasmi Virus ‘Conficker’

Posted: January 28, 2009 by antonsetiawan in Technology
Tags: ,

Jakarta – Virus ‘Conficker.DV’ menggunakan metode penyebaran yang berbeda dari pendahulunya. Dengan canggihnya, virus tersebut berusaha mengakses jaringan menggunakan celah windows ‘Default Share’ (ADMIN$\system32) dengan menebak password administrator.

Selain itu ‘Conficker.DV’ juga membuat file pada media removable seperti flashdisk, harddisk dan card reader dengan menyimpan file hidden pada root drive.

Sementara aksi yang sama seperti pendahulunya, yaitu berusaha mengexploitasi MS08-067 atau celah keamanan Windows, Windows Server Service atau SVCHOST.exe. Banyak user yang terinfeksi dikarenakan tidak mengaktifkan fitur Automatic Updates dan tidak melakukan patch windows MS08-067.

Jika sudah begini, simak 7 langkah singkat analis virus dari Vaksincom Adi Saputra untuk membasmi virus ‘Conficker.DV’ yang diterima detikINET, Rabu (28/1/2009): Read the rest of this entry »